Malut Line

LABUHA, Malutline. Com Patroli dan razia terpadu yang dilaksanakan Polres Halmahera Selatan di sejumlah tempat hiburan malam, kafe, dan penginapan di wilayah Kota Labuha, Sabtu malam (31/10/2026), menyisakan pertanyaan terkait efektivitas penegakan hukum terhadap peredaran minuman keras (miras).

Dalam operasi yang berlangsung hingga Minggu dini hari tersebut, aparat kepolisian berhasil menemukan dan mengamankan 32 botol minuman keras jenis captikus serta satu botol anggur merah dari sejumlah lokasi kafe di wilayah Labuha.

Namun, di tengah temuan puluhan botol miras tersebut, belum terdapat penjelasan mengenai tindakan hukum yang diberikan kepada pemilik atau pengelola kafe yang diduga menyediakan maupun memperjualbelikan minuman keras tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik. Jika barang bukti miras berhasil ditemukan dan diamankan, apakah pemilik atau pengelola tempat usaha juga telah dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku?

Padahal, penindakan terhadap peredaran minuman keras tidak semestinya hanya berhenti pada penyitaan barang bukti. Aparat juga perlu menelusuri asal-usul minuman keras, pihak yang memasok, serta dugaan keterlibatan pemilik atau pengelola tempat usaha.

Sebelumnya, kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIT itu diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin Wakapolres Halmahera Selatan, KOMPOL Sujarwa, S.H.

Patroli dipimpin Kabag Ops Polres Halsel, AKP Sardi Duwila, S.Hi., dengan melibatkan personel gabungan dari fungsi Reskrim, Resnarkoba, Intelkam, Binmas dan satuan fungsi lainnya.

Sejumlah lokasi menjadi sasaran operasi, di antaranya Desa Tomori, kawasan tempat hiburan malam, sejumlah kafe, penginapan di wilayah Labuha, hingga kegiatan pesta ronggeng di Desa Amasing.

Selain mengamankan puluhan botol miras, petugas juga menemukan tiga orang muda-mudi di salah satu penginapan di Desa Labuha. Ketiganya kemudian dibawa ke Mapolres Halsel untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak.

Petugas juga menyambangi kegiatan pesta ronggeng di Desa Amasing guna memberikan imbauan kepada penyelenggara dan masyarakat agar mematuhi batas waktu izin keramaian serta menjaga ketertiban umum.

Meski demikian, masyarakat berharap patroli dan razia yang dilakukan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin atau seremonial, tetapi benar-benar diikuti dengan penegakan aturan secara konsisten dan tanpa tebang pilih.

Pemilik usaha yang terbukti melanggar ketentuan terkait peredaran maupun penjualan minuman keras juga perlu mendapatkan penanganan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polres Halmahera Selatan diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status barang bukti yang diamankan serta langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas keberadaan miras di tempat hiburan malam tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai apakah pemilik atau pengelola kafe yang menjadi lokasi penemuan miras telah diperiksa atau dikenakan tindakan hukum oleh pihak kepolisian. (Red)

MALUT, MALUTLINE – Dinamika politik internal Partai Demokrat di Provinsi Maluku Utara mulai mengerucut menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Luar Biasa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat. Nama Nasri Abubakar kini mencuat sebagai satu-satunya bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara.

Nasri sebelumnya telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum pembukaan pendaftaran bakal calon ketua yang dibuka oleh panitia penyelenggara Musda.

Keikutsertaan Nasri dalam proses penjaringan tersebut menjadi perhatian dalam dinamika konsolidasi internal Partai Demokrat di Maluku Utara. Pasalnya, hingga menjelang batas akhir pendaftaran, belum terdapat nama kandidat lain yang secara resmi mendaftarkan diri untuk bersaing memperebutkan posisi Ketua DPD.

Ketua Panitia Musda, Junaidi A. Bahruddin, menjelaskan bahwa proses pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara masih dibuka hingga pukul 18.00 WIT, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Junaidi, panitia tetap memberikan kesempatan kepada seluruh kader yang memenuhi persyaratan untuk mengambil bagian dalam proses penjaringan kepemimpinan partai tersebut.

Dengan demikian, peluang bagi kader lainnya untuk mendaftarkan diri masih terbuka selama masa pendaftaran belum resmi ditutup.

Namun, apabila hingga batas waktu yang telah ditentukan tidak ada bakal calon lain yang mendaftar, maka Nasri Abubakar dipastikan menjadi satu-satunya kandidat dalam Musda Luar Biasa DPD Partai Demokrat Maluku Utara.

Situasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi Nasri untuk melanjutkan tahapan pemilihan dalam forum Musda yang dijadwalkan berlangsung pada 2 November 2026.

Momentum Konsolidasi dan Penentuan Arah Demokrat Maluku Utara

Musda Luar Biasa ini menjadi momentum penting bagi Partai Demokrat di Maluku Utara dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai.

Kepemimpinan DPD memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan seluruh struktur organisasi, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Karena itu, figur yang nantinya dipercaya memimpin partai diharapkan mampu membangun soliditas kader, memperkuat komunikasi politik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat.

Kemunculan Nasri Abubakar sebagai calon tunggal, apabila tidak ada kandidat lain hingga penutupan pendaftaran, tentu menjadi salah satu perkembangan menarik dalam perjalanan politik internal Demokrat Maluku Utara.

Meski demikian, status calon tunggal tidak serta-merta menjadikan proses Musda selesai. Seluruh tahapan dan mekanisme organisasi tetap harus dijalankan sesuai dengan ketentuan serta aturan internal Partai Demokrat.

Forum Musda nantinya menjadi ruang bagi peserta untuk menentukan keputusan politik organisasi, sekaligus menetapkan kepemimpinan DPD Partai Demokrat Maluku Utara untuk periode berikutnya.

Kini, perhatian tertuju pada pelaksanaan Musda Luar Biasa yang dijadwalkan berlangsung pada 2 November 2026. Apakah Nasri Abubakar akan memperoleh kepercayaan penuh untuk menakhodai Partai Demokrat Maluku Utara? Jawabannya akan ditentukan melalui mekanisme dan keputusan forum Musda. (Red)

HALSEL, MALUTLINE – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan melakukan perbaikan jaringan pipa distribusi utama yang berlokasi di Desa Labuha, tepatnya di Jalan Oesman Syah, Sabtu (31/10/2026).

Perbaikan tersebut berdampak pada terganggunya distribusi air bersih di enam wilayah pelayanan. Gangguan ini berlangsung sementara hingga pekerjaan perbaikan dinyatakan selesai.

Direktur PDAM Kabupaten Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menjelaskan bahwa perbaikan jaringan pipa utama merupakan bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur guna menjaga kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan keandalan jaringan perpipaan, sekaligus mengantisipasi potensi kebocoran maupun kerusakan yang dapat mengganggu pelayanan air bersih dalam jangka panjang.

“Kami menyadari bahwa gangguan sementara ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Namun, perbaikan ini sangat diperlukan agar jaringan pipa utama dapat berfungsi lebih optimal serta mengurangi risiko kebocoran dan kerusakan yang lebih parah di kemudian hari,” ujar Soleman Bobote.

Adapun enam wilayah yang terdampak gangguan distribusi air bersih meliputi sebagian Kompleks Pelabuhan, Kota Lama, Tamansari, Rawabadak, Amasing Kali, dan Awanggo.

Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat di wilayah tersebut berpotensi mengalami penurunan tekanan air hingga terhentinya aliran air untuk sementara waktu.

Atas kondisi tersebut, PDAM Halsel menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Masyarakat juga diimbau untuk menyiapkan cadangan air secukupnya guna memenuhi kebutuhan rumah tangga selama pekerjaan berlangsung.

Soleman menegaskan, tim teknis PDAM telah disiagakan untuk mempercepat proses perbaikan agar distribusi air bersih dapat kembali normal secepat mungkin.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung upaya perbaikan ini. Tim teknis terus bekerja agar pelayanan air bersih segera pulih dan kembali dinikmati masyarakat,” tambahnya.

PDAM Kabupaten Halmahera Selatan berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan infrastruktur serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Perbaikan jaringan pipa utama ini diharapkan dapat memperkuat sistem distribusi air bersih, sehingga pelayanan kepada masyarakat Labuha dan sekitarnya menjadi lebih optimal dan berkelanjutan. (Red)

TERNATE, MALUTLINE – Kedaton Kesultanan Ternate menerima kunjungan silaturahmi Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Irjen Pol Aldrin Hutabarat, bersama jajaran BNN Provinsi Maluku Utara dan Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., pada Senin (26/10/2026).

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Yang Mulia Sultan Ternate bersama Boki Permaisuri di lingkungan Kedaton Kesultanan Ternate. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan, dan semangat persaudaraan.

Silaturahmi ini tidak sekadar menjadi kunjungan kehormatan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergi antara BNN, jajaran kepolisian, dan Kesultanan Ternate dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran jajaran BNN RI dan Kapolres Ternate di Kedaton juga mencerminkan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat dan lembaga adat dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, harmonis, serta memiliki ketahanan terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk ancaman penyalahgunaan narkotika.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan dikembangkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku Utara.

Kedaton Kesultanan Ternate tidak hanya menjadi simbol sejarah dan kebudayaan, tetapi juga ruang untuk merawat persaudaraan, memperkuat komunikasi, serta membangun kebersamaan demi kemajuan daerah.

Dari Kedaton, silaturahmi dirawat. Dari kebersamaan, sinergi diperkuat. (Red)

HALSEL, MALUTLINE – Sebuah unggahan di media sosial yang berisi tudingan terkait dugaan persoalan rumah tangga yang melibatkan seorang oknum guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang perempuan yang disebut berprofesi sebagai bidan, menjadi perhatian publik.

Dalam unggahan yang beredar, pemilik akun menyampaikan sejumlah tudingan sekaligus meminta agar persoalan rumah tangga tersebut segera diselesaikan melalui jalur hukum, termasuk proses perceraian apabila memang terdapat persoalan serius dalam hubungan rumah tangga yang bersangkutan.

Unggahan tersebut juga memuat tudingan mengenai dugaan hubungan pribadi yang dinilai telah mengganggu keharmonisan rumah tangga. Bahkan, terdapat pernyataan mengenai dugaan kehamilan yang disebut telah memasuki usia lima bulan.

Namun demikian, seluruh tudingan yang disampaikan dalam unggahan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan.

Persoalan ini menjadi perhatian karena turut membawa nama profesi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kesehatan. Karena itu, setiap informasi yang beredar perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan penghakiman publik sebelum adanya fakta dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila terdapat dugaan pelanggaran disiplin atau kode etik ASN, pihak yang memiliki kewenangan dapat melakukan penelusuran sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam unggahan tersebut. Media ini masih berupaya mendapatkan klarifikasi guna memastikan duduk persoalan yang sebenarnya.

MALUTLINE membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, serta profesionalitas pemberitaan. (Red)