Malut Line

HALMAHERA SELATAN, Malutline.com – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama perwakilan masyarakat Desa Tagia, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menyatakan penolakan terhadap rencana pengembalian Yolden Mani sebagai Kepala Desa Tagia.

Sikap tersebut disampaikan dalam rapat bersama perwakilan masyarakat yang berlangsung di Kantor BPD Desa Tagia, Sabtu (26/9/2026).

Ketua BPD Desa Tagia, Abd Rahman Hi. Halek, dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa sikap BPD sejalan dengan aspirasi masyarakat yang menolak Yolden Mani kembali menjabat sebagai kepala desa.

“BPD Tagia searah dengan masyarakat untuk menolak saudara Yolden dikembalikan sebagai kepala desa,” tegas Abd Rahman di hadapan masyarakat.

Selain menyampaikan sikap penolakan, Ketua BPD bersama anggota juga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Bupati dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Yolden Mani selama mengelola pemerintahan dan anggaran Desa Tagia.

Evaluasi tersebut, kata dia, diminta mencakup pengelolaan anggaran desa pada tahun 2024 dan 2025 yang menurut BPD dan masyarakat masih dinilai belum mendapatkan kejelasan.

BPD meminta pemerintah daerah menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan melakukan pemeriksaan dan evaluasi secara menyeluruh. Jika dalam proses evaluasi ditemukan pelanggaran atau persoalan dalam pengelolaan pemerintahan maupun anggaran desa, BPD meminta pemerintah daerah mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bila ini terbukti, kami meminta saudara Yolden tidak dikembalikan lagi sebagai kepala desa,” ujar Ketua BPD.

Lebih lanjut, Abd Rahman menegaskan BPD Desa Tagia akan tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bahkan, apabila tuntutan masyarakat tidak diakomodasi oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan DPMD, BPD Tagia menyatakan siap mengembalikan SK BPD kepada Bupati Halmahera Selatan.

“Kalau Pemerintah Daerah, Bupati dan DPMD tidak mengakomodasi tuntutan masyarakat Tagia, kami BPD Tagia siap mengembalikan SK BPD kepada Bupati Halsel,” tegasnya.

BPD berharap pemerintah daerah dapat segera merespons aspirasi masyarakat Desa Tagia dengan melakukan evaluasi secara objektif dan terbuka, terutama terhadap pengelolaan pemerintahan serta anggaran desa pada periode yang dipersoalkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari Yolden Mani maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terkait tudingan dan tuntutan yang disampaikan BPD serta masyarakat Desa Tagia tersebut.( IWAN PERS)

TERNATE, Malutline.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menggelar bakti sosial operasi mata katarak gratis dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di RSUD Chasan Boesoirie, Kota Ternate.

Kegiatan yang diselenggarakan di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Roberth M. Tacoy, S.H., M.H., ini merupakan bentuk kepedulian sosial dalam membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Melalui program tersebut, masyarakat yang membutuhkan diharapkan dapat memperoleh pelayanan operasi secara gratis sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.

Mengusung semangat pelayanan yang aman, nyaman, bermanfaat, dan penuh kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi wujud dukungan terhadap upaya mewujudkan Maluku Utara yang lebih sehat dan sejahtera.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti operasi katarak gratis, pendaftaran dapat dilakukan melalui kantor Kejaksaan Negeri di wilayah Maluku Utara.

Kegiatan ini turut didukung sejumlah pihak, di antaranya Artha Graha Peduli, ERHA, dan PT Temas Tbk.

Kejati Malut mengajak masyarakat yang membutuhkan agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bagian dari momentum peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara. (Red)

HALSEL, Malutline.com – SMPN 67 Desa Palamea, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, melaksanakan kegiatan keagamaan pada Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMPN 67 Desa Palamea tersebut mengangkat tema “Melaksanakan Shalat Lima Waktu sebagai Bentuk Ketaatan Kita kepada Allah SWT.”

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi para siswa, sekaligus untuk menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMPN 67 Desa Palamea turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Melalui kegiatan keagamaan ini, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya melaksanakan shalat lima waktu sebagai kewajiban umat Islam serta membiasakan diri menjalankan ibadah secara disiplin.

Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, pelaksanaan shalat lima waktu juga diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik dalam kehidupan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya SMPN 67 Desa Palamea dalam memperkuat pendidikan karakter dan pembinaan spiritual peserta didik melalui kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. (Iswanpers)

HALUT, Malutline – Harga kopra yang naik turun tak menentu dan jalur jual yang berbelit-belit masih menjadi jeratan bagi petani kelapa di Galela. Untuk memutus rantai yang merugikan dan mengangkat pendapatan warga, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (FEB Unkhair) turun langsung ke Desa Dokulamo, Kecamatan Galela, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan bertajuk edukasi manajemen rantai pasok ini digelar di gudang pengolahan kelapa milik mitra, masuk dalam program Diktisaintek Berdampak 2026. Sebanyak 20 peserta — petani, pemuda desa, hingga pengelola usaha kelapa — dibekali cara memotong jalur perantara sekaligus mengolah kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi.

Tim dipimpin Dr. Marwan Man Soleman, SE., M.Si., didampingi Jeri Cahyadi Saputra, S.Ak., M.Si. dan Adysabzan Tomario Krois, MBA, serta empat mahasiswa Manajemen FEB Unkhair: Meliza Amelia Putri, Eka Susilawati Said, Arman Husemahu, dan Faruk Duwila.

Petani Selalu di Posisi Kalah

Kebun kelapa adalah nyawa hidup warga Desa Dokulamo. Namun sampai kini, warga hanya menjual kelapa butir dan kopra — sehingga pendapatan bergantung pada harga yang ditentukan orang lain. Rantai yang panjang: petani → pengumpul → pedagang antar pulau → pabrik. Setiap pihak mengambil untung, dan yang di kebun hanya menerima sisa.

“Rantai penjualan kelapa di Galela masih terlalu panjang. Setiap tahap mengambil keuntungan, nilai tambah besar dinikmati pihak di luar desa. Petani hanya menerima sebagian kecil,” tegas Adysabzan Tomario Krois.

Ia mengingatkan: kelapa bukan sekadar kopra. Daging bisa jadi minyak kelapa dan VCO, tempurung jadi briket, sabut jadi cocopeat, nira jadi gula semut, air kelapa jadi nata de coco.

“Satu pohon kelapa banyak produknya. Semakin banyak yang diolah sendiri di desa, semakin besar uangnya yang tetap di sini,” ujarnya.

Lima Langkah Lepas dari Ketergantungan Harga

Tim mengajak warga berubah: jual bersama lewat kelompok, bukan sendiri-sendiri kepada pengumpul. Bersama, posisi tawar menguat, harga bisa dibicarakan langsung dengan pembeli, dan produk olahan bisa dikembangkan.

Jalan yang ditawarkan:
✅ Perkuat kelompok petani
✅ Jaga mutu kopra: kering, bersih, seragam
✅ Kembangkan produk turunan: VCO, briket, dan lainnya
✅ Jalin kerja sama langsung dengan pabrik/pembeli besar
✅ Pantau harga dan catat setiap penjualan

Pendampingan Berlanjut, Bukan Sekadar Datang Lalu Pergi

Diskusi terbuka jujur: sebagian besar warga mengaku selama ini pasrah menerima harga dari pengumpul desa. Belum ada catatan keuangan, belum tahu harga di luar desa. Produk yang paling menarik minat, VCO dan briket — bahan baku melimpah, peralatan sebagian sudah tersedia.

Jeri Cahyadi Saputra menegaskan ini bukan kegiatan satu kali. “1–3 bulan ke depan perkuat kelompok, tetapkan standar mutu, ajarkan catatan keuangan sederhana. 3–6 bulan uji coba olah VCO dan briket, uji pasar di Galela dan Tobelo. Setelah itu kami hubungkan langsung dengan pembeli,” janjinya.

Warga berharap kampus terus mendampingi, terutama praktik pengolahan dan membuka akses pembeli yang adil. Kegiatan ditutup dengan foto bersama.

Program ini wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung IKU — membawa ilmu ke akar rumput, agar kekayaan alam Galela benar-benar menyejahterakan pemiliknya. (Red)

HALSEL, Malutline.com — Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Beta Sticker, usaha kreatif yang bergerak di bidang wrapping, cutting, dan desain, resmi kembali membuka layanan dengan lokasi baru di Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan.

Mengusung slogan “Kualitas Stiker, Kepuasan Anda!”, Beta Sticker hadir dengan semangat baru untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan setia maupun masyarakat yang membutuhkan jasa pembuatan stiker dan desain kreatif.

Melalui pengumuman resminya, Beta Sticker menyampaikan bahwa pihaknya kini kembali menerima pesanan setelah berpindah ke lokasi yang dinilai lebih strategis, tepatnya di Jalan Kantor Pariwisata, belakang Lembaga, Desa Kampung Makian.

“Halo, pelanggan setia Beta Sticker! Ada kabar gembira yang sudah ditunggu-tunggu. Mulai sekarang, kami resmi buka kembali dan siap menerima orderan stiker terbaik Anda,” demikian pengumuman Beta Sticker.

Menariknya, Beta Sticker menerapkan sistem pelayanan yang terjadwal. Proses produksi dan pengerjaan pesanan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu dengan mengikuti urutan antrean pelanggan.

Sementara itu, pengantaran pesanan menggunakan sepeda motor dijadwalkan setiap Jumat sore, pukul 17.00 WIT.

Dengan sistem tersebut, pelanggan diharapkan dapat melakukan pemesanan lebih awal agar proses pengerjaan berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Kehadiran kembali Beta Sticker sekaligus menjadi bagian dari geliat usaha kreatif lokal di Halmahera Selatan. Layanan wrapping, cutting, dan desain yang ditawarkan diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

Bagi pelanggan yang ingin melakukan pemesanan atau berkonsultasi mengenai desain, Beta Sticker menyediakan layanan WhatsApp melalui nomor 0822 1783 4123 serta halaman Facebook Beta Sticker.

Beta Sticker juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang selama ini memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap usahanya.

“Terima kasih atas kesetiaan dan dukungan Anda selama ini. Kami tunggu orderan kreatif Anda di lokasi baru kami,” tulis Beta Sticker dalam pengumumannya.

Dengan dibukanya kembali layanan tersebut, Beta Sticker berharap dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan masyarakat Halmahera Selatan dalam memenuhi kebutuhan stiker dan desain kreatif dengan mengutamakan kualitas serta kepuasan pelanggan.(Red)