Malut Line

HALSEL, Malutline – Pelayanan rujukan pasien gawat darurat di wilayah kerja Puskesmas Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menjadi sorotan. Pasalnya, berdasarkan keterangan yang dihimpun, ambulans puskesmas tersebut sekitar pukul 11.00 WIT digunakan untuk menjemput seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Sangapati, Kecamatan Pulau Makian, yang dilaporkan terjatuh di dalam ruang kelas.

Namun, sekitar satu jam setelah ambulans tersebut digunakan untuk mengangkut guru itu, kendaraan yang sama disebut mengalami gangguan ketika keluarga pasien lain membutuhkan bantuan untuk membawa pasien dalam kondisi gawat darurat menuju fasilitas kesehatan.

Pasien tersebut dilaporkan terkapar tak berdaya di atas body atau bak perahu di pinggir pantai kawasan Bodi, sembari menunggu transportasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Menurut informasi yang diterima Malutline, keluarga pasien kemudian meminta bantuan ambulans Puskesmas Pulau Makian. Akan tetapi, pihak puskesmas menyampaikan bahwa kendaraan tersebut sedang mengalami gangguan dan tidak memungkinkan untuk melewati jalan menanjak.

Kondisi itu membuat keluarga pasien harus mencari kendaraan alternatif berupa mobil L300. Proses pencarian kendaraan pengganti tersebut disebut memakan waktu berjam-jam, sementara pasien membutuhkan penanganan medis segera.

Pasien akhirnya dibawa menuju rumah sakit dalam kondisi yang dilaporkan semakin memburuk. Pasien kemudian dirujuk ke RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Perbedaan Keterangan soal Kondisi Ambulans Jadi Sorotan

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai kondisi sebenarnya dari ambulans Puskesmas Pulau Makian, terutama karena menurut keterangan yang diterima, kendaraan tersebut masih digunakan untuk menjemput seorang guru di Desa Sangapati sekitar pukul 11.00 WIT.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pulau Makian, Amirudin Alim, sebelumnya menyampaikan kepada wartawan bahwa ambulans mengalami masalah dan pihaknya sedang memanggil seseorang untuk memeriksa kendaraan tersebut.

“Ya, Saudara, kebetulan ambulans ada masalah. Sekarang ini ada panggil orang untuk melihat,” demikian tanggapan Amirudin melalui pesan yang diterima wartawan.

Keterangan mengenai gangguan kendaraan juga disampaikan sopir ambulans melalui pesan kepada pihak puskesmas.

“Assalamualaikum, izin Pak Kapus dan Ibu KTU. Untuk sementara ambulans kurang normal. Kalau berjalan, dia tersendat-sendat. Tadi bawa pasien dua orang juga jalannya tidak normal, apalagi naik tanjakan, itu tidak bisa. Mohon pengertiannya,” demikian isi pesan sopir ambulans.

Keterangan tersebut menunjukkan adanya klaim gangguan teknis pada kendaraan. Namun, waktu pasti kerusakan terjadi, tingkat kerusakan, serta apakah kendaraan benar-benar tidak dapat digunakan untuk mengevakuasi pasien masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penjelasan resmi pihak terkait.

Jika benar ambulans mengalami kerusakan, persoalan berikutnya adalah langkah alternatif yang disiapkan pihak puskesmas agar pasien gawat darurat tidak harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan transportasi medis.

Dinkes Halsel Diminta Menelusuri Kronologi

Peristiwa ini perlu mendapat perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, terutama untuk menelusuri kronologi penggunaan ambulans, kondisi kendaraan setelah menjemput guru di Desa Sangapati, serta respons petugas ketika menerima permintaan bantuan bagi pasien yang terkapar di kawasan Bodi.

Dinas Kesehatan juga perlu memastikan apakah tersedia kendaraan pengganti atau mekanisme rujukan darurat ketika ambulans utama mengalami gangguan.

Dalam pelayanan kegawatdaruratan, keterbatasan armada dan kondisi geografis tidak boleh dibiarkan tanpa solusi alternatif. Koordinasi antara puskesmas, tenaga medis, keluarga pasien, dan fasilitas rujukan menjadi penting untuk mempercepat penanganan.

Meski pasien tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah dirujuk ke Ternate, penyebab pasti kematian dan kemungkinan keterkaitannya dengan keterlambatan transportasi belum dapat disimpulkan tanpa keterangan medis dan penelusuran lebih lanjut. (Red)

HALSEL, Malutline– Kapal KM Sumber Raya 05 dilaporkan kandas di dekat Pelabuhan Madopolo, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (12/10/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena adanya informasi mengenai kabut asap yang diduga mengganggu jarak pandang di sekitar kawasan pelabuhan.

Kondisi jarak pandang yang terbatas dapat menyulitkan awak kapal saat melakukan manuver, terutama ketika mendekati wilayah pelabuhan. Situasi ini pun menimbulkan perhatian terhadap aspek keselamatan pelayaran di perairan Madopolo.

Meski demikian, penyebab pasti kandasnya KM Sumber Raya 05 belum dapat dipastikan dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait, termasuk nakhoda kapal, otoritas pelabuhan, serta instansi yang berwenang dalam keselamatan pelayaran.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai kondisi penumpang dan awak kapal, kemungkinan kerusakan kapal, serta proses penanganan di lokasi belum terkonfirmasi.

Keselamatan Pelayaran Jadi Perhatian

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas transportasi laut, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi mengurangi jarak pandang.

Awak kapal diharapkan senantiasa mengutamakan keselamatan, mematuhi prosedur pelayaran, dan berkoordinasi dengan otoritas terkait apabila menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan perjalanan.

MALUTLINE akan terus berupaya memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian, penyebab kandasnya kapal, serta kondisi penumpang dan awak KM Sumber Raya 05.

Catatan redaksi: Penyebab kejadian dan kondisi penumpang maupun awak kapal masih menunggu konfirmasi resmi. Informasi akan diperbarui setelah terdapat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan. (Red)

HALMAHERA SELATAN, MALUTLINE – Kapal penumpang KM Mekar Teratai dilaporkan kandas di dekat Pelabuhan Madopolo, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (12/10/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena adanya informasi mengenai kabut asap yang diduga mengganggu jarak pandang di sekitar lokasi pelabuhan.

Kondisi tersebut menimbulkan perhatian terhadap keselamatan pelayaran, mengingat jarak pandang yang terbatas dapat menyulitkan awak kapal saat melakukan manuver, terutama ketika mendekati kawasan pelabuhan.

Namun, penyebab pasti kandasnya KM Mekar Teratai masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait, termasuk nakhoda kapal, otoritas pelabuhan, dan instansi yang berwenang dalam keselamatan pelayaran.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai kondisi seluruh penumpang dan awak kapal, tingkat kerusakan kapal, serta proses penanganan di lokasi belum terkonfirmasi.

Keselamatan Pelayaran Jadi Perhatian

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas transportasi laut, khususnya ketika kondisi cuaca atau lingkungan mengakibatkan jarak pandang berkurang.

Awak kapal diharapkan selalu mengutamakan keselamatan, mengikuti prosedur pelayaran, serta berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan apabila menghadapi kondisi yang berpotensi membahayakan perjalanan.

MALUTLINE akan terus berupaya memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian, penyebab kandasnya kapal, serta kondisi penumpang dan awak KM Mekar Teratai.

Catatan redaksi: Penyebab kejadian dan kondisi penumpang masih menunggu konfirmasi resmi. Informasi akan diperbarui setelah terdapat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan. (Red)

HALSEL, Malutline — Warga Desa Bajo, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi secara tidak beraturan. Dalam sehari, aliran listrik dilaporkan padam hingga tiga sampai empat kali dalam kurun waktu 1 x 24 jam.

Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat karena pemadaman yang berulang kali dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan rumah tangga, usaha kecil, serta penggunaan berbagai peralatan elektronik.

Warga juga mengkhawatirkan dampak pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba terhadap peralatan elektronik milik mereka. Sejumlah barang elektronik dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga menambah beban pengeluaran masyarakat.

Warga menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak PLN yang bertanggung jawab atas pelayanan kelistrikan di wilayah Kecamatan Botang Lomang.

Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tanpa kepastian waktu dinilai menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas. Terlebih, warga membutuhkan pasokan listrik yang stabil untuk menunjang kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan ekonomi.

Masyarakat berharap pihak PLN segera melakukan pemeriksaan terhadap jaringan dan sistem kelistrikan yang melayani Desa Bajo guna mengetahui penyebab terjadinya pemadaman berulang tersebut.

Selain itu, warga meminta adanya penjelasan resmi dari pihak PLN mengenai penyebab gangguan serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terus berulang.

Warga juga berharap PLN meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan agar masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang lebih stabil dan tidak terus-menerus dihantui kekhawatiran terhadap kerusakan peralatan elektronik.

Hingga berita ini disusun, penyebab pemadaman listrik berulang di Desa Bajo belum diketahui secara pasti. Konfirmasi dari pihak PLN masih diperlukan untuk menjelaskan penyebab gangguan dan upaya penanganan yang akan dilakukan. (Red)

HALSEL, Malutline — Husein Said resmi terpilih sebagai nahkoda baru Ikatan Keluarga Besar Makian-Kayoa (IKB Makayoa) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara.

Terpilihnya Husein Said diharapkan menjadi momentum baru bagi organisasi paguyuban tersebut untuk memperkuat tali silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta menyatukan seluruh keluarga besar Makian-Kayoa yang tersebar di berbagai wilayah.

IKB Makayoa merupakan wadah kekeluargaan yang memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarsesama masyarakat Makian-Kayoa, khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan.

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih solid, terbuka, dan responsif terhadap berbagai aspirasi masyarakat.

Selain memperkuat hubungan kekeluargaan, IKB Makayoa juga diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat.

Di tengah dinamika organisasi, persatuan dan kebersamaan menjadi aspek penting yang perlu dijaga agar IKB Makayoa tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh keluarga besar Makian-Kayoa tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan kelompok.

Dengan kepemimpinan Husein Said, harapan terhadap kemajuan organisasi semakin terbuka. Kepengurusan baru diharapkan dapat menjalankan amanah dengan mengedepankan musyawarah, transparansi, serta kepentingan bersama.

Ke depan, tantangan utama yang perlu dijawab adalah bagaimana menjadikan IKB Makayoa sebagai organisasi yang tidak hanya kuat dalam ikatan kekeluargaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan. (Red)