LABUHA, Malutline— Memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Bagi PDAM Halmahera Selatan, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial dan pengibaran bendera Merah Putih. Lebih dari itu, kemerdekaan dimaknai melalui kerja nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya memastikan akses terhadap air bersih tetap terjaga.
Momentum HUT ke-81 RI tahun ini menjadi pengingat bahwa pembangunan dan kemerdekaan harus dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.

Di tengah tantangan musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan sumber air, PDAM Halmahera Selatan terus berupaya menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih di wilayah cakupan pelayanannya.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut terlihat dari langkah cepat PDAM melalui Unit Pelayanan Kayoa dalam menangani kerusakan tiga unit pompa produksi SPAM IKK Kayoa.
Kerusakan yang terjadi pada 16 Agustus 2026 sekitar pukul 16.20 WIT langsung direspons jajaran teknis. Manajemen PDAM kemudian mengirimkan tiga unit pompa pengganti dari Labuha menuju Kayoa menggunakan armada operasional dan kapal feri.
Tiga pompa yang diganti terdiri dari dua unit berkapasitas masing-masing 22 kW dan satu unit berkapasitas 11 kW. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan sekaligus mempertahankan sistem pelayanan air bersih kepada masyarakat Kayoa.

Kemerdekaan Adalah Pelayanan Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap gangguan terhadap sarana produksi maupun distribusi harus mendapat penanganan secara cepat dan terukur.
Menurutnya, pelayanan publik yang responsif merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat kemerdekaan.
“Kami memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap terjadi gangguan pada sarana produksi maupun distribusi, PDAM berupaya melakukan penanganan secepat mungkin agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal,” ujar Soleman Bobote.
Semangat tersebut menjadi semakin relevan di tengah kondisi kemarau panjang yang saat ini dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah kepulauan Halmahera Selatan.
Bagi masyarakat di daerah kepulauan, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan pelayanan administratif, tetapi berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga, kesehatan, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan manfaat pembangunan secara merata.
“Indonesia Melayani” dari Halmahera Selatan Momentum HUT ke-81 RI juga menjadi kesempatan bagi PDAM Halmahera Selatan untuk memperkuat semangat “Indonesia Melayani”.
PDAM sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dituntut tidak hanya menyediakan air, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang cepat ketika terjadi gangguan.
Soleman menyampaikan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan publik yang responsif serta upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Di momen kemerdekaan ini pula, PDAM selaku perpanjangan tangan pemerintah daerah menghadirkan semangat Indonesia melayani,” tuturnya.
Menurutnya, perbaikan dan pergantian peralatan teknis merupakan bagian dari komitmen PDAM agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air bersih, meskipun pada kondisi tertentu pelayanan harus dilakukan secara bergiliran atau terjadwal.
Gotong Royong Menjaga Air Bersih Semangat kemerdekaan juga diterjemahkan PDAM melalui kolaborasi dengan masyarakat.
Selain memperbaiki sarana produksi, PDAM melakukan langkah mitigasi dengan melibatkan masyarakat dalam membersihkan jalur jaringan pipa produksi maupun distribusi yang melintasi perkebunan warga.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi kebakaran yang dapat merusak jaringan perpipaan dan pada akhirnya mengganggu pelayanan air bersih.
Dengan demikian, menjaga pelayanan air bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab PDAM, tetapi membutuhkan kepedulian dan gotong royong seluruh masyarakat.
Hemat Air, Wujud Gotong Royong di Tengah Kemarau Dalam momentum kemerdekaan tahun ini, PDAM juga mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga ketersediaan air.
Pelanggan di wilayah kepulauan seperti Kayoa, Dolik, Madopolo, Sambiki dan Obi Laiwui diminta menggunakan air secara bijak dan efisien selama musim kemarau.
Masyarakat juga diimbau menjaga sarana dan jaringan perpipaan yang menjadi bagian penting dari sistem pelayanan air bersih.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong. Ketika sumber air mengalami tekanan akibat kemarau, penghematan penggunaan air menjadi bentuk kontribusi masyarakat untuk menjaga agar pelayanan dapat dinikmati secara lebih merata.
Merdeka Melayani, Tangguh Menghadapi Kemarau Sementara itu, untuk wilayah perkotaan Labuha dan Bacan Timur, PDAM menyampaikan bahwa kapasitas pelayanan masih diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar dua bulan ke depan.
Meskipun kapasitas sumber air baku permukaan mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen, PDAM masih memiliki cadangan kapasitas air bawah tanah yang dapat dimanfaatkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pelayanan air bersih membutuhkan kesiapsiagaan, perencanaan dan dukungan berbagai pihak.
PDAM Halmahera Selatan pun berkomitmen terus melakukan pembenahan serta meningkatkan keandalan sarana dan prasarana melalui program pemerintah pusat dan daerah.
Komitmen tersebut diarahkan untuk menghadirkan pelayanan air bersih yang semakin baik, berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh wilayah cakupan pelayanan teknis PDAM.
Pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PDAM Halmahera Selatan ingin menegaskan satu pesan: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menghadirkan pelayanan yang nyata bagi masyarakat hari ini.
Dari air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga, dari teknisi yang bekerja memperbaiki pompa, hingga masyarakat yang ikut menjaga jaringan dan menghemat air, semuanya menjadi bagian dari semangat Indonesia melayani.
Merdeka Melayani, Tangguh Menghadapi Kemarau, dan Bersama Menjaga Air untuk Kehidupan. (Red)