Malut Line

TERNATE, 21 Oktober 2026 – Musyawarah Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa Kota Ternate resmi menetapkan Dr. M. Tahrim Imam, SE., M.Si sebagai Ketua Umum dan Ir. Jamal Togubu, ST., M.Eng sebagai Sekretaris Umum untuk masa bakti 2026–2030. Keputusan strategis ini dihasilkan dalam musyawarah yang berlangsung khidmat di D’Mozaik Café, Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Rabu (21/10/2026).

​Proses pemilih pimpinan baru IKB Makayoa kali ini berjalan dengan dinamika yang sangat demokratis dan sarat akan nilai-nilai kearifan lokal. Berawal dari penjaringan aspirasi yang memunculkan 31 nama bakal calon ketua, proses seleksi bertahap berhasil mengerucutkan kandidat menjadi 3 nama terbaik.

​Sesuai mekanisme adat dan tradisi kelembagaan yang disepakati, penetapan pasangan terpilih kemudian diserahkan sepenuhnya kepada Majelis Sangapati (Dewan Sembilan). Majelis ini dibentuk atas dasar keterwakilan aspirasi masyarakat Makayoa di Kota Ternate yang proporsional dan inklusif, terdiri dari:
​3 Orang Unsur Makean Barat
​3 Orang Unsur Makian Barat
​3 Orang Unsur Kayoa

Melalui musyawarah mufakat di tingkat Majelis Sangapati, penetapan paket pimpinan Dr. M. Tahrim Imam, SE., M.Si dan Ir. Jamal Togubu, ST., M.Eng disambut hangat dan penuh rasa kekeluargaan oleh seluruh peserta musyawarah serta tokoh-tokoh masyarakat yang hadir.

​Memperkuat Silaturahmi dan Kontribusi Pembangunan Kota Ternate
​Dalam keterangannya usai penetapan, Ketua Umum Terpilih, Dr. M. Tahrim Imam, SE., M.Si, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan besar yang diamanahkan oleh keluarga besar Makayoa Kota Ternate.
​”Amanah ini adalah tanggung jawab bersama untuk merekatkan tali silaturahmi, memperkuat konsolidasi warga Makayoa di Kota Ternate, serta meningkatkan kontribusi nyata organisasi dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di Kota Ternate,” ujar Tahrim.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum Terpilih, Ir. Jamal Togubu, ST., M.Eng, menambahkan bahwa kepengurusan periode 2026–2030 akan segera menyusun struktur kepengurusan yang solid serta merumuskan program kerja strategis yang menyentuh langsung kebutuhan warga Makayoa dan masyarakat Kota Ternate pada umumnya.
​Musyawarah IKB Makayoa Kota Ternate ini ditutup dengan doa bersama sebagai simbol kebersamaan dan kesiapan pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan. (Red)​

HALSEL, MALUTLINE – Kabar duka datang dari Desa Imbu Imbu, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Seorang imam masjid bernama Mansur Amir, diperkirakan berusia 68 tahun, dilaporkan meninggal dunia setelah terkepung kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat berada di kebunnya, Rabu (21/10/2026).

Peristiwa tragis tersebut diketahui berdasarkan laporan warga yang menyampaikan kabar meninggalnya korban akibat kebakaran yang melanda kawasan perkebunan di desa setempat.

Informasi yang diterima menyebutkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 16.30 WIT. Saat itu, korban berada di kebunnya ketika kobaran api mengepung area tersebut. Dalam situasi yang membahayakan, korban dilaporkan tidak berhasil menyelamatkan diri.

Kabar meninggalnya Mansur Amir sontak menjadi duka bagi masyarakat setempat. Almarhum dikenal sebagai seorang imam masjid yang memiliki peran dalam kehidupan keagamaan warga.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan warga, kronologi lengkap kejadian, termasuk penyebab awal munculnya api dan upaya penyelamatan korban, masih belum diketahui secara terperinci.

Warga Diminta Waspada terhadap Karhutla

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun, terutama ketika kondisi lahan rawan terbakar.

Kebakaran hutan dan lahan dapat menyebar dengan cepat, terlebih apabila vegetasi dalam keadaan kering dan angin memperbesar penjalaran api. Warga yang mendapati kebakaran di sekitar tempat beraktivitas diimbau segera menjauh ke lokasi aman dan melaporkannya kepada petugas terkait.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan karena dapat membahayakan keselamatan jiwa serta menimbulkan kerugian bagi lingkungan dan warga sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, Malutline belum memperoleh keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Redaksi Malutline turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum Mansur Amir. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. (Red)

TERNATE, MALUTLINE – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ternate bersiap menggelar Operasi Patuh Kieraha 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus mewujudkan kondisi jalan yang tertib, aman, dan berkeselamatan di wilayah Kota Ternate.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Satlantas Polres Ternate mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi pelanggaran lalu lintas.

Operasi Patuh Kieraha 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi aturan berkendara, melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., bersama Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ternate, IPTU Naomi Olinna Harahap, S.Tr.K., M.H., menjadi bagian dari jajaran yang tercantum dalam publikasi sosialisasi operasi tersebut.

Tingkatkan Kesadaran dan Disiplin Pengendara

Operasi Patuh Kieraha 2026 tidak hanya menjadi agenda penegakan hukum, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko kecelakaan. Pelanggaran yang dianggap sepele, seperti tidak menggunakan helm berstandar SNI, menerobos lampu lalu lintas, menggunakan telepon genggam saat berkendara, atau melawan arus, dapat menimbulkan risiko serius bagi pengendara maupun orang lain.

Karena itu, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan memastikan setiap perjalanan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Pengendara sepeda motor diimbau menggunakan helm berstandar SNI dan memasangnya dengan benar. Pengemudi mobil juga harus menggunakan sabuk pengaman, sementara seluruh pengguna jalan wajib mematuhi rambu, marka, lampu lalu lintas, serta ketentuan batas kecepatan yang berlaku.

Selain itu, pengendara diharapkan tidak berkendara dalam kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, termasuk ketika mengantuk atau tidak mampu berkonsentrasi secara optimal.

Polisi dan Masyarakat Harus Berjalan Bersama

Salah satu pesan utama dalam Operasi Patuh Kieraha 2026 adalah pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.

Keselamatan berlalu lintas tidak dapat diwujudkan hanya melalui penindakan aparat. Dibutuhkan kesadaran kolektif agar setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menaati peraturan dan menghargai keselamatan sesama.

Kota Ternate sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat di Maluku Utara memiliki mobilitas kendaraan yang mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas sosial. Kondisi tersebut membuat kedisiplinan berlalu lintas menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.

Melalui operasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa ketertiban berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan kewajiban seluruh pengguna jalan.

Kepatuhan terhadap aturan juga mencerminkan sikap saling menghormati. Memberikan prioritas kepada pejalan kaki sesuai ketentuan, tidak menggunakan badan jalan secara sembarangan, serta tidak memaksakan kendaraan ketika kondisi tidak aman merupakan contoh perilaku sederhana yang dapat membantu menciptakan lalu lintas lebih tertib.

Penegakan Hukum Harus Berorientasi pada Keselamatan

Penegakan hukum dalam operasi kepolisian di bidang lalu lintas pada prinsipnya bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Karena itu, setiap pengguna jalan perlu mempersiapkan diri sebelum berkendara, mulai dari memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, kondisi rem dan ban, fungsi lampu, hingga kelengkapan keselamatan lainnya.

Masyarakat juga diimbau menghindari penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, tidak melakukan balapan liar, serta tidak mengendarai kendaraan dengan cara yang membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kendati demikian, rincian sasaran prioritas pelanggaran, mekanisme penindakan, serta pola pelaksanaan Operasi Patuh Kieraha 2026 tetap perlu merujuk pada keterangan resmi Satlantas Polres Ternate. Informasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai ketentuan operasi dan dapat menyesuaikan perilaku berkendara sesuai aturan yang berlaku.

Wujudkan Ternate yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan

Pelaksanaan Operasi Patuh Kieraha 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, diharapkan memberikan dampak positif terhadap perilaku pengguna jalan di Kota Ternate.

Keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari jumlah pelanggaran yang ditemukan atau tindakan yang diberikan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan meskipun tidak sedang berada di bawah pengawasan petugas.

Perubahan perilaku tersebut menjadi kunci untuk membangun budaya berlalu lintas yang berkelanjutan, sehingga jalan raya dapat digunakan secara aman oleh pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, pejalan kaki, maupun pengguna jalan lainnya.

Dengan mengedepankan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Satlantas Polres Ternate mengajak seluruh warga untuk mendukung Operasi Patuh Kieraha 2026 melalui tindakan nyata: menaati peraturan, melengkapi perlengkapan keselamatan, menjaga konsentrasi, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Tertib berlalu lintas bukan hanya tentang menghindari pelanggaran, tetapi juga tentang melindungi nyawa. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Catatan redaksi: Jadwal operasi mengacu pada materi publikasi yang diterima. Rincian sasaran prioritas dan bentuk penindakan belum dicantumkan karena memerlukan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. (Red)

HALSEL, MALUTLINE – Gangguan jaringan telekomunikasi Telkomsel di wilayah Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menjadi keluhan pengguna. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, jaringan Telkomsel dilaporkan ikut hilang setiap kali terjadi pemadaman listrik oleh PLN.

Keluhan tersebut disampaikan pengguna yang merasa terganggu dengan kondisi jaringan, baik layanan data seluler maupun koneksi Wi-Fi yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Menurut pengguna, kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan sistem pendukung jaringan Telkomsel ketika pasokan listrik dari PLN terputus. Ia menduga adanya persoalan pada sistem atau perangkat pendukung jaringan yang perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

“Belakangan ini, setiap listrik PLN padam, jaringan Telkomsel juga ikut hilang, baik Wi-Fi maupun data. Kami berharap pihak Telkomsel dapat memperhatikan kondisi ini,” ungkap pengguna dalam keluhannya.

Gangguan jaringan telekomunikasi saat listrik padam dinilai dapat menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi, akses informasi, hingga pekerjaan yang bergantung pada koneksi internet.

Karena itu, pihak Telkomsel diharapkan segera melakukan pengecekan teknis terhadap infrastruktur jaringan di wilayah Bacan, termasuk memastikan kesiapan sumber daya listrik cadangan pada perangkat pemancar dan fasilitas pendukung lainnya.

Masyarakat berharap layanan telekomunikasi tetap dapat berfungsi secara optimal meskipun terjadi pemadaman listrik, sehingga kebutuhan komunikasi dan akses internet tidak ikut terganggu.

Hingga berita ini disusun, penyebab gangguan tersebut belum dapat dipastikan. Pihak Telkomsel diharapkan memberikan penjelasan serta mengambil langkah perbaikan apabila ditemukan kendala teknis di lapangan.

Malutline akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk layanan telekomunikasi yang kini menjadi kebutuhan penting masyarakat. (Red)

JAKARTA, Malutline–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Bimbingan Teknis Nasional (BIMTEKNAS) bertema “Kepemimpinan yang Melayani, Kebijakan Publik yang Inovatif” di Jakarta, pada 19–21 Oktober 2026.

Kegiatan nasional tersebut dipimpin langsung oleh Presiden PKS, Dr. H. Al Muzzammil Yusuf, M.Si., serta diikuti kader dan pengurus PKS dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Ketua DPD PKS Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba.

BIMTEKNAS ini menjadi bagian dari upaya PKS memperkuat kapasitas kepemimpinan kader agar mampu menghadirkan kebijakan publik yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi kepemimpinan, serta memperkuat kemampuan dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan yang sesuai dengan tantangan pembangunan di daerah masing-masing.

Tema “Kepemimpinan yang Melayani, Kebijakan Publik yang Inovatif” juga menekankan pentingnya menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam menjalankan amanah, baik dalam organisasi maupun pemerintahan.

Ketua DPD PKS Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam BIMTEKNAS tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan dan strategi baru dalam meningkatkan kinerja organisasi di tingkat daerah.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader menjadi hal penting agar PKS semakin mampu menjalankan peran politiknya secara efektif, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Bagi PKS Halmahera Selatan, hasil dari kegiatan nasional ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas kontribusi kader terhadap pembangunan daerah.

Partisipasi pengurus daerah dalam BIMTEKNAS juga menjadi momentum untuk menyelaraskan visi kepemimpinan partai di tingkat nasional dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat di daerah.

Melalui kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, PKS berharap para kader semakin siap mengemban amanah, mengembangkan gagasan kebijakan yang inovatif, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat. (Red)