Malut Line

BACAN, MALUTLINE — Penanganan kasus dugaan tindak pidana yang dilaporkan Darti La Darman di Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, terus bergulir. Terbaru, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halsel secara resmi menetapkan satu orang berinisial nama Saruji La Nisa alias Arjun sebagai tersangka.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tahap A3.2, tertanggal 5 November 2026, dengan nomor SP2HP/1304/XI/RES.1.24.2026/Sat Reskrim, yang ditujukan kepada pelapor, Darti La Darman.

Dalam surat tersebut, penyidik menyampaikan bahwa perkara yang sebelumnya dilaporkan telah mengalami perkembangan signifikan dan kini memasuki tahapan penyidikan dengan penetapan tersangka.

“Bersama ini kami beritahukan kepada Saudara bahwa saat ini dalam penyidikan/penyelidikan sudah melakukan penetapan tersangka terhadap Saudara SARUJI LA NISA alias ARJUN,” demikian bunyi pemberitahuan dalam dokumen resmi tersebut.

Berdasarkan kronologi administrasi penanganan perkara, kasus ini bermula dari Laporan Polisi Nomor LP/B/143/V/2026/SPKT/POLRES HALMAHERA SELATAN/POLDA MALUKU UTARA, tertanggal 19 Mei 2026.

Selanjutnya, Surat Perintah Penyelidikan diterbitkan pada 22 Mei 2026, sebelum penyidik meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan melalui Surat Perintah Penyidikan tertanggal 17 September 2026.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka pada 7 November 2026. Surat tersebut turut memuat pemberitahuan agar yang bersangkutan tetap berada di tempat tinggalnya dan tidak meninggalkan wilayah hukum Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan.

Penyidik Satreskrim Polres Halsel juga mencantumkan kontak person, yakni Brigpol M. Basri Sangadji, pada nomor 082262566040, sebagai saluran komunikasi bagi pihak terkait yang membutuhkan informasi mengenai perkembangan penanganan perkara.

Surat pemberitahuan tersebut ditembuskan kepada Direktur Reserse Kriminal Polda Maluku Utara, Kapolres Halmahera Selatan, serta Pengawas Penyidik sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan koordinasi penanganan perkara.

Terbitnya SP2HP terbaru ini menjadi perkembangan penting dalam proses penegakan hukum atas laporan Darti La Darman. Publik kini menantikan langkah lanjutan penyidik, termasuk pemeriksaan terhadap tersangka serta kelengkapan berkas perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat berharap Polres Halmahera Selatan dapat menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, objektif, dan akuntabel, sehingga seluruh fakta hukum dapat terungkap dan hak-hak para pihak mendapatkan perlindungan.

Meski demikian, penetapan tersangka bukan merupakan putusan bersalah. Asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (Red)

HALMAHERA SELATAN, Malutline.com – PT PLN (Persero) melalui unit pelayanan kelistrikan wilayah Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menjadwalkan pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik pada Kamis, 5 November 2026.

Pekerjaan tersebut dimulai pukul 08.30 WIT dengan estimasi waktu pelaksanaan sekitar enam jam hingga selesai.

Berdasarkan informasi resmi PLN, pekerjaan yang dilakukan meliputi penebangan dan pemangkasan pohon pada jalur jaringan atau Right of Way (ROW), serta pemeliharaan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV.

Adapun tiga wilayah yang terdampak pekerjaan tersebut yakni Desa Posi-Posi, Desa Sagawele, dan Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan.

Selama proses pekerjaan berlangsung, PLN akan melakukan manajemen beban pada wilayah terdampak. Karena itu, masyarakat diminta memahami kemungkinan adanya penyesuaian pelayanan kelistrikan selama kegiatan pemeliharaan berlangsung.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan keselamatan ketenagalistrikan (K2), dengan tidak mendirikan bangunan atau melakukan aktivitas di dekat jaringan listrik.

Selain itu, warga dilarang bermain layang-layang di bawah maupun di sekitar jaringan listrik. Masyarakat juga diminta tidak melakukan penebangan ataupun penanaman pohon di dekat jaringan listrik tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan petugas PLN.

Langkah pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga kondisi jaringan listrik sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah Kayoa.

PLN berharap masyarakat di wilayah terdampak dapat memahami dan mendukung pelaksanaan pekerjaan tersebut demi keselamatan bersama serta peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan, (Red)

BACAN, MALUTLINE — Penanganan kasus dugaan tindak pidana yang dilaporkan Darti La Darman di Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, terus bergulir. Terbaru, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halsel secara resmi menetapkan satu orang berinisial nama Saruji La Nisa alias Arjun sebagai tersangka.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tahap A3.2, tertanggal 5 November 2026, dengan nomor SP2HP/1304/XI/RES.1.24.2026/Sat Reskrim, yang ditujukan kepada pelapor, Darti La Darman.

Dalam surat tersebut, penyidik menyampaikan bahwa perkara yang sebelumnya dilaporkan telah mengalami perkembangan signifikan dan kini memasuki tahapan penyidikan dengan penetapan tersangka.

“Bersama ini kami beritahukan kepada Saudara bahwa saat ini dalam penyidikan/penyelidikan sudah melakukan penetapan tersangka terhadap Saudara SARUJI LA NISA alias ARJUN,” demikian bunyi pemberitahuan dalam dokumen resmi tersebut.

Berdasarkan kronologi administrasi penanganan perkara, kasus ini bermula dari Laporan Polisi Nomor LP/B/143/V/2026/SPKT/POLRES HALMAHERA SELATAN/POLDA MALUKU UTARA, tertanggal 19 Mei 2026.

Selanjutnya, Surat Perintah Penyelidikan diterbitkan pada 22 Mei 2026, sebelum penyidik meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan melalui Surat Perintah Penyidikan tertanggal 17 September 2026.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka pada 7 November 2026. Surat tersebut turut memuat pemberitahuan agar yang bersangkutan tetap berada di tempat tinggalnya dan tidak meninggalkan wilayah hukum Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan.

Penyidik Satreskrim Polres Halsel juga mencantumkan kontak person, yakni Brigpol M. Basri Sangadji, pada nomor 082262566040, sebagai saluran komunikasi bagi pihak terkait yang membutuhkan informasi mengenai perkembangan penanganan perkara.

Surat pemberitahuan tersebut ditembuskan kepada Direktur Reserse Kriminal Polda Maluku Utara, Kapolres Halmahera Selatan, serta Pengawas Penyidik sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan koordinasi penanganan perkara.

Terbitnya SP2HP terbaru ini menjadi perkembangan penting dalam proses penegakan hukum atas laporan Darti La Darman. Publik kini menantikan langkah lanjutan penyidik, termasuk pemeriksaan terhadap tersangka serta kelengkapan berkas perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat berharap Polres Halmahera Selatan dapat menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, objektif, dan akuntabel, sehingga seluruh fakta hukum dapat terungkap dan hak-hak para pihak mendapatkan perlindungan.

Meski demikian, penetapan tersangka bukan merupakan putusan bersalah. Asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (Red)

TERNATE, MALUTLINE — Memperingati tiga tahun wafatnya mantan Bupati Halmahera Selatan (Halsel), almarhum H. Usman Sidik, keluarga besar almarhum mengundang masyarakat, kerabat, sahabat, serta seluruh pihak yang pernah mengenal sosok almarhum untuk menghadiri acara tahlilan dan doa bersama, Kamis (5/11/2026) malam.

Kegiatan keagamaan tersebut akan dilaksanakan mulai pukul 20.00 WIT atau ba’da Isya, bertempat di kediaman almarhum H. Usman Sidik, Jalan Agatis Nomor 11, RT 7/RW 3, Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, tepatnya di belakang Kantor Direktorat Reserse Narkoba.

Undangan resmi yang disampaikan keluarga menjadi bentuk ajakan untuk bersama-sama mengirimkan doa kepada almarhum, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara keluarga dengan masyarakat yang selama ini memiliki hubungan baik dengan mendiang.

Dalam undangan tersebut, keluarga besar yang diwakili Hj. Eka Dahliani Usman menyampaikan harapan agar masyarakat dapat meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tahlilan dan doa bersama.

“Dengan memohon rahmat, hidayah, dan ridho Allah SWT, kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i untuk memberikan doa dan tahlil dalam rangka tiga tahun wafatnya Alm. H. Usman Sidik,” demikian pesan keluarga dalam undangan tersebut.

Keluarga juga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian, kepedulian, serta kehadiran seluruh tamu undangan yang berkenan mengikuti kegiatan tersebut.

Mengenang Perjalanan Hidup dan Pengabdian H. Usman Sidik

Tiga tahun setelah kepergiannya, nama H. Usman Sidik masih menjadi bagian dari ingatan masyarakat Halmahera Selatan dan Maluku Utara. Almarhum dikenal sebagai sosok yang memiliki perjalanan panjang, mulai dari dunia jurnalistik hingga dipercaya menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan.

Lahir di Orimakurunga, Kecamatan Kayoa, pada 13 April 1973, Usman Sidik mengawali perjalanan hidupnya dari keluarga sederhana. Sebelum dikenal sebagai tokoh politik dan kepala daerah, almarhum pernah menjalani berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Perjalanan kariernya kemudian berkembang di dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi kontributor sejumlah stasiun televisi nasional, termasuk TPI dan RCTI, serta mendirikan media cetak harian melalui PT Seputar Malut.

Pengalaman panjang di dunia pers menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.

Kepercayaan masyarakat mengantarkan Usman Sidik bersama Hasan Ali Bassam Kasuba memenangkan Pilkada Halmahera Selatan 2020. Keduanya kemudian dilantik pada 24 Mei 2021 untuk memimpin Kabupaten Halmahera Selatan.

Selama menjabat sebagai Bupati periode 2021–2023, almarhum bersama Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menjalankan sejumlah agenda pembangunan daerah, mulai dari penataan kawasan perkotaan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik, hingga pengembangan potensi unggulan daerah.

Tinggalkan Jejak Pembangunan dan Pengembangan Ekonomi Daerah

Salah satu perhatian pemerintahan Usman Sidik adalah mendorong pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas kelapa yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Halmahera Selatan.

Almarhum mendorong inovasi pengolahan kopra putih agar hasil perkebunan masyarakat memiliki kualitas lebih baik dan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan kelompok petani serta bantuan sarana pengolahan kopra putih.

Di sektor penataan wilayah, pemerintahan Usman Sidik juga memberikan perhatian terhadap wajah ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya kawasan Labuha.

Sejumlah kawasan yang sebelumnya kurang tertata mulai dikembangkan menjadi ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat, di antaranya kawasan Zero Point, kawasan UMKM Milenial Tembal, serta Papaloang Park.

Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun wajah ibu kota kabupaten agar lebih representatif, nyaman, dan memiliki daya tarik ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, almarhum juga dikenal memiliki perhatian terhadap pengembangan potensi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.

Sejumlah penghargaan pernah diterimanya selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah, termasuk Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 atas inovasi pengembangan kopra putih di Halmahera Selatan.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upayanya mengangkat potensi lokal dan memperkenalkan kekayaan daerah melalui sektor kebudayaan serta ekonomi masyarakat.

Berpulang Saat Menjalankan Aktivitas Bersama Insan Pers

Kabar wafatnya H. Usman Sidik pada Minggu, 5 November 2023, menjadi duka mendalam bagi masyarakat Halmahera Selatan, jajaran pemerintahan, keluarga besar, serta insan pers di Maluku Utara.

Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah mengalami kondisi darurat ketika mengikuti pertandingan sepak bola eksibisi dalam rangka pembukaan turnamen Bupati Cup II bersama tim Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Selatan di Lapangan Gelora Bahrain Kasuba, Labuha.

Dalam pertandingan tersebut, almarhum memperkuat tim wartawan dengan mengenakan nomor punggung 18. Setelah terjatuh dan tidak sadarkan diri, almarhum segera dilarikan ke RSUD Marabose untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, takdir berkata lain. Almarhum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.40 WIT dalam usia 50 tahun.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terlebih bagi kalangan wartawan yang mengenal almarhum sebagai salah satu senior pers yang kemudian mengabdikan dirinya di dunia pemerintahan.

Tiga Tahun Berlalu, Kenangan dan Pengabdian Tetap Dikenang

Peringatan tiga tahun wafatnya almarhum bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjalanan hidup, jasa, serta pengabdian seorang putra daerah yang pernah dipercaya memimpin Halmahera Selatan.

Bagi keluarga, kepergian almarhum tentu meninggalkan kerinduan yang tidak mudah terhapus oleh waktu. Sementara bagi masyarakat dan rekan-rekan seperjuangan, perjalanan hidupnya menjadi bagian dari catatan sejarah daerah.

Jabatan dan kekuasaan pada akhirnya akan berakhir, tetapi kontribusi, kebaikan, serta pengabdian yang pernah diberikan kepada masyarakat akan tetap menjadi kenangan.

Melalui kegiatan tahlilan dan doa bersama ini, keluarga besar berharap semakin banyak masyarakat yang berkenan mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Keluarga besar Alm. H. Usman Sidik pun mengundang masyarakat Halmahera Selatan, warga Kota Ternate, para sahabat, kerabat, serta seluruh insan pers untuk hadir dan bersama-sama mengikuti rangkaian doa tersebut.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (Red)

TERNATE, MALUTLINE – Dugaan kasus pencabulan terhadap seorang pelajar SMA di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali menjadi perhatian. Seorang pria berinisial U, yang disebut-sebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bertugas sebagai guru di SMK Nukila Akeboca, diduga melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap seorang siswa berinisial T.

Berdasarkan keterangan awal korban kepada awak media, peristiwa tersebut diduga terjadi ketika U mengajaknya masuk ke sebuah kamar. Setelah berada di dalam ruangan, pintu kamar disebut dikunci. Korban mengaku sempat berusaha keluar, tetapi diduga tidak diizinkan hingga mengalami tindakan seksual yang tidak dikehendakinya.

Dalam pengakuannya, korban juga menyebut bahwa setelah kejadian tersebut, dirinya diberikan uang sebesar Rp60.000.

Informasi lain yang menjadi perhatian adalah korban dan pria yang dilaporkan diketahui sama-sama berjenis kelamin laki-laki.

Atas peristiwa yang dialaminya, korban disebut berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkannya secara resmi ke Polres Ternate agar dugaan tindak pidana tersebut dapat diproses sesuai ketentuan perundang-undangan.

Langkah pelaporan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, memeriksa keterangan korban, mengumpulkan alat bukti, serta meminta klarifikasi pihak yang dilaporkan.

Kasus ini juga menjadi perhatian terhadap lingkungan pendidikan. Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara diminta memastikan kebenaran status kepegawaian dan tempat tugas U serta mengambil langkah pemeriksaan sesuai kewenangannya.

Apabila dugaan tersebut terbukti memenuhi unsur pidana, penyidik dapat mempertimbangkan penerapan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak, termasuk Pasal 76E juncto Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014, sesuai hasil penyelidikan.

Warga mendesak Polres Ternate agar memberikan perhatian serius terhadap rencana laporan korban. Perlindungan terhadap korban, kerahasiaan identitas anak, serta proses penegakan hukum yang profesional harus menjadi prioritas.

Kasus ini masih berupa dugaan dan membutuhkan pembuktian melalui proses hukum. Pihak yang dilaporkan tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah. (Red)