oleh

Pemda Halsel Diduga Tutup Mata Terhadap Skandal Perselingkuhan Kapus di Desa Palamea

-Berita, Daerah-583 views

Malutline Com Halmahera Selatan (Halsel) kembali diguncang isu miring terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas (Kapus) di Desa Palamea. Skandal ini mencuat setelah masyarakat setempat mulai geram dengan tindakan yang dinilai mencoreng nama baik institusi pelayanan kesehatan. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel yang terkesan bungkam dan tidak mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan ini. 1/4/2025

Beberapa warga Desa Palamea mengungkapkan bahwa dugaan perselingkuhan Kapus ini sudah lama menjadi buah bibir di lingkungan mereka. Bahkan, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda telah berupaya melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait, tetapi hingga kini tidak ada respons yang memuaskan dari Pemda Halsel.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ini, baik melalui jalur resmi maupun melalui pertemuan dengan pihak kecamatan, tetapi sepertinya laporan kami tidak pernah mendapat perhatian serius. Kami sangat kecewa karena hal ini menyangkut moralitas seorang pejabat yang seharusnya menjadi panutan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sikap pasif Pemda Halsel dalam menangani kasus ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Ada dugaan bahwa Kapus yang bersangkutan mendapat perlindungan dari oknum-oknum tertentu dalam pemerintahan, sehingga proses pemeriksaan terhadapnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami menduga ada orang kuat di belakang Kapus ini, makanya tidak ada tindakan tegas dari Pemda. Kalau masyarakat biasa yang berbuat seperti ini, pasti langsung dihakimi. Tapi karena ini pejabat, mereka diam saja,” tambah seorang tokoh adat di desa Palamea.

Selain menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, skandal ini juga berdampak pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Palamea. Beberapa tenaga medis yang merasa tidak nyaman dengan situasi ini dikabarkan mulai kehilangan motivasi dalam bekerja. Pasien pun semakin enggan datang ke Puskesmas karena merasa tidak percaya dengan kepemimpinan yang ada.

“Pelayanan kesehatan di desa ini jadi terganggu. Harusnya Kapus memberikan contoh yang baik, bukan malah terlibat skandal seperti ini,” ungkap seorang warga lainnya.

Melihat kondisi ini, masyarakat Palamea mendesak Pemda Halsel untuk segera turun tangan dan menyelesaikan masalah ini secara transparan. Mereka meminta adanya investigasi yang objektif dan, jika terbukti bersalah, Kapus tersebut harus diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan dibiarkan begitu saja. Kami ingin Pemda Halsel menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat, bukan melindungi oknum pejabat yang mencoreng nama baik instansi kesehatan,” tegas salah satu pemuda setempat.

Dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kepala Puskesmas di Desa Palamea bukan sekadar isu pribadi, tetapi telah berdampak luas pada masyarakat dan pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Jika Pemda Halsel terus bersikap acuh dan tidak mengambil langkah tegas, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah akan semakin menurun. Kini, masyarakat menunggu jawaban dan tindakan konkret dari Pemda Halsel dalam menangani kasus ini. Apakah keadilan akan ditegakkan, atau kasus ini akan dibiarkan begitu saja? (Red)

Iklan Ramadhan PT CIMENDANG KONTRAKINDO
iKLAN
Iklan Bahalil Mentri ESDM RI
Iklan
Iklan
Iklan
iklan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed