HALSEL – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, telah menunjukkan bagaimana sebuah kunjungan sederhana bersama istrinya Rifa’at Al As’adah di semua Desa dan Kecamatan di Halsel yang di pimpinnya dapat bermakna lebih dalam bagi masyarakat yang dikunjunginya.

Salah satu momen yang menonjol adalah ketika Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba menyempatkan diri mengunjungi Desa Bajo Guruapin, Kecamatan Kayo. Dimana, sebuah Jembatan yang dinamai “Jembatan Cinta” itu putus dan rusak parah, menarik perhatiannya bersama istri tercinta Rifaat Al As,adah yang juga Ketua Tim penggerak PKK dan Bunda PAUD Halsel yang  selalu setia mendampinginya disetiap kunjungan kerja di setiap Desa.

Kondisi Jembatan Bajo Guruapin.

“Jembatan Cinta” bukan sekadar nama, namun simbol dari hubungan emosional antara pemimpin dan rakyatnya, meski asal-usul penamaan jembatan ini tidak dijelaskan secara rinci oleh masyarakat. Ada satu hal yang pasti, kunjungan Bupati Bassam Kasuba memperkuat ikatan yang sudah terjalin antara Pemerintah Daerah dan warganya. Jembatan ini, yang merupakan akses vital bagi warga Desa Bajo, menjadi representasi fisik dari bagaimana sebuah pemimpin hadir bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata.

Seorang warga setempat, Suin, dengan bangga menyatakan bahwa kedatangan Bupati Bassam adalah wujud “cinta” yang nyata dari seorang pemimpin kepada rakyatnya. Kehadiran langsung dilapangan, melihat kondisi jembatan yang menjadi urat nadi bagi aktivitas warga adalah bentuk cinta yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, Bukan sekadar janji manis dari jauh.

Jembatan cinta Bajo Kayoa yang sempat putus dan Rusak parah.

“Tetapi tindakan nyata yang menunjukkan empati dan perhatian mendalam terhadap kebutuhan warganya,” jelasnya.

Jembatan Cinta kini memiliki arti ganda. Di satu sisi, ia menjadi penghubung fisik antara 2 sisi Desa yang terpisah. Disisi lain, kehadiran Bupati Bassam Kasuba disana saat itu, menjadikan jembatan itu sebagai penghubung emosional antara pemerintah dan masyarakatnya, sebuah simbol kepedulian yang tulus. Tidak heran jika warga merasa jembatan ini memiliki makna lebih dalam setelah kunjungan tersebut.

Jembatan selesai dikerjakan.

Kisah ini bukan hanya tentang sebuah jembatan, tetapi juga tentang bagaimana pemimpin bisa merangkul warganya dengan kehadiran yang penuh cinta dan kepedulian. Cinta yang ditunjukkan Bupati Bassam Kasuba melalui kunjungannya ke Jembatan Cinta di Desa Bajo adalah cinta yang diharapkan oleh setiap warga dari pemimpin mereka—cinta yang tidak hanya ada dalam kata-kata, tetapi terwujud dalam tindakan nyata.

Jembatan cinta Bajo Kayoa yang sempat putus dan Rusak parah tersebut telah di sambung dan dibangun oleh Bupati Bassam Kasuba dengan menggunakan Anggara perbaikan dan rehab jembatan yang di anggarkan pada APBD Perubahan Tahun 2024 dan telah selesai dibangun oleh Pemda Halsel. Sehingga jembatan tersebut sudah dapat di lalui dan di akses oleh warga Bajo ke puskesmas kayoa. (Red)

LABUHA – Warga Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), khusunya dilingkungan RT 01 dan RW 01, diresahkan dengan istilah Lubang Babajalan sebutan lain dari para pekerja pemandu lagu (Ledies).

Pasalnya, kehadiran mereka disaat waktu bekerja sangat ribut dilingkungan tersebut. Bahkan sering terjadi adu mulut antara para pekerja dan istri para pengunjung hingga ada istri para pengunjung yang mengamuk berteriak susah juga kalau lubang babajalan yang ada di dalam Cafe. Sebab, ini sering mengganggu suami mereka hingga berada di dalam Cafe.

Selain para Ledies yang meresahkan warga di Halsel, juga terdapat jalan babalobang sebut para istri pengunjung Cafe.

Dimana, jalan rusak dan berlubang didepan Cafe juga dinilai sangat mengganggu warga yang melewati Jalan tersebut dilingkungan RT 01 dan RW 01. Pasalnya, jalan yang sering dilalui warga Labuha dan Desa Tomori tersebut rusak parah akibat jalan tersebut masih jalan tanah yang rusak dan selalu dilalui para Ledies dan para pengunjung Cafe Bungalow milik Tiongsan dan Cafe Hoks milik Onal. Sehingga jalan itu berlubang dan rusak parah.

Hal ini dikeluhkan Ci Yanty, salah seorang warga Desa Tomori kepada malutline.com Kamis, (17/12/2024).

Ci Yanty mengatakan, para warga disekitar Cafe Bungalow milik Tiongsan dan Cafe Hoks milik Onal tersebut sangat resah dengan keberadaan kedua Cafe itu, karena sering terjadi keributan dan perkelahian antara para wanita pemandu lagu dan istri para pengunjung. Sehingga mereka sangat terganggu bahkan ada istri para pengunjung yang sering berteriak lobang babajalan di dalam Cafe.

“Ini memang sangat mengganggu rumah tangga orang karena ada suami mereka yang sudah jarang di rumah dan sudah tinggal di rumah kontrakan perempuan Ledies,” ujar Ci Yanty, meniru keluhan istri para pengunjung Cafe.

Dikatakannya, bukan saja mereka terganggu dengan keberadaan para Ledies yang sering adu mulut dengan para istri pengunjung Cafe, melainkan jalan babalobang dan rusak didepan Cafe yang tidak ada perhatian dari pemilik Cafe juga sangat mengganggu aktivitas mereka. Karena jalan tersebut sebelumnya bagus meski hanya jalan tanah, tapi tidak rusak separah ini, sebelum kedua Cafe sangat ramai seperti sekarang ini.

“Jadi jika jalan tersebut tidak diperbaiki oleh para pemilik Cafe, para warga Desa Tomori  lingkungan RT 01 dan RW 01 mengancam akan melakukan Pemalangan untuk menutup akses jalan masuk Cafe Bungalow milik Tiongsan dan Cafe Hoks milik Onal,” tutupnya.

Terkait keluhan warga itu, pemilik Cafe Bungalow, Tiongsan dan pemilik Cafe Hoks Onal, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, keduanya tidak menggubris pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tomori, Usman Hamzah S.sos, hingga berita ini dipublish, masih dalam upaya konfirmasi. (Red)

HALSEL – Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), memiliki langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, menggelar pelatihan bagi bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2024, di Hotel Buana Lipu, Desa Mandawong, Kecamatan Bacan Selatan, ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam pelayanan Antenatal Care (ANC), persalinan, nifas, dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Pelatihan ini dihadiri Kepala Bidang dan pejabat fungsional Dinkes Halsel, fasilitator dari Dinkes Malut serta 20 peserta yang merupakan pengelola program di Puskesmas.

Dalam sambutannya, Kepala Dinkes Halsel yang diwakili oleh Kepala Bidang SDK, Asmawaty Amin, S.Kep, Ns.MM, menekankan pentingnya pelatihan ini dalam menanggulangi masalah kesehatan ibu dan anak.

“Peningkatan kualitas pelayanan di Puskesmas, khususnya oleh bidan, sangat penting untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih menjadi masalah besar di Indonesia,” ungkap Asmawaty.

Sesi foto bersama.

Menurut data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015, Indonesia masih mencatatkan angka kematian ibu yang tinggi, mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup, jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yang ingin menurunkan angka tersebut menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup. Bahkan, Indonesia menempati urutan kedua tertinggi dalam angka kematian ibu di Asia Tenggara, setelah Laos.

Pelatihan ini bertujuan agar bidan di Puskesmas dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas dalam hal antenatal, asuhan persalinan, serta perawatan ibu nifas, sehingga diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan di Puskesmas, serta memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Halmahera Selatan,” tambah Asmawaty.

Pelatihan ini juga merupakan kolaborasi antara Dinkes Halsel dan Dinkes Malut, yang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan demi kesejahteraan masyarakat. Dengan langkah ini, diharapkan Halsel dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di wilayah tersebut. (Red)

HALSEL – Akibat Cuaca Buruk yang menerjang sejumlah Desa Pesisir di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), khususnya Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, mengakibatkan sejumlah rumah di pesisir pantai Desa Orimakurunga rusak ringan dan rumah di pesisir pantai lainnya tergenang air laut akibat di di terjang ombak.

Merespon rumah warga yang tergenang dan rusak akibat cuaca buruk, Kepala Desa (Kades) Orimakurunga Rusdi Sidik, yang juga adik kandung mendiang mantan Bupati Halsel Usman sidik itu, langsung membuat proposal yang dilampirkan foto dan bukti Bencana yang dialami warganya tersebut dan bertemu dengan Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, hanya saja Bupati Halsel masih berada di luar Daerah.

Dikatakannya, karena Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba masih berada diluar daerah karena urusan dinas. Dirinya berkomunikasi langsung dengan Bupati Halsel hanya melalui telepon selulernya dan dari hasil komunikasi, dirinya, Kades Orimakurunga, Rusdi Sidik mendapatkan respon baik dari Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba. Sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel memerintahkan kepada Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, Aswin Adam untuk melakukan kroscek kondisi Desa Orimakurunga.

Selain itu, Kades Orimakurunga, Rusdi Sidik juga bertemu langsung dengan Kepala BPBD Halsel Aswin Adam di ruang kerjanya pada Senin (16/12/2024) untuk menyerahkan proposal yang perihal permohonannya agar Pemda Halsel dapat mengerjakan proyek lanjutan Blok Water yang belum selesai dibangun Pemda sebelumnya dimasa Pemerintahan mendiang Bupati Halsel Usman sidik dan Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba saat itu. Sehingga, jika terjadi cuaca buruk di Desa Orimakurunga, bisa dilindungi dari musim ombak.

BPBD Halsel dan Pemerintah Desa Orimakurunga.

Setelah itu, pihak BPBD langsung bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba untuk melihat sejumlah kondisi Desa yang terdampak banjir dan Gelombang yang menerjang rumah warga yang ada di pesisir pantai disejumlah Desa di Halsel, bukan saja Desa Orimakurunga.

Sementara itu, Kepala BPBD Halsel, Aswin Adam mengatakan, dirinya sudah menerima langsung proposal permohonan dari Kades Orimakurunga Rusdi Sidik. Namun bukan hanya Desa Orimakurunga, tapi ada sejumlah Desa di Halsel sangat berdampak banjir dan gelombang yang menerjang rumah warga yang ada di pesisir pantai. Itu berdasarkan data yang masih bersifat laporan sementara, belum ada data yang kongkrit dan rencana hari ini. Pihaknya menurunkan Tim untuk turun di Desa yang terdampak banjir dan Gelombang besar yang menerjang rumah warga.

“Pihak BPBD Halsel baru bisa mengeluarkan data, kalau data sudah lengkap baru saya publikasi rencana Tim mungkin turun di sejumlah Desa terdampak yakni Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Desa Talimau dan sekitarnya. Bagi Desa yang berdampak, ada juga di Desa Jojame dan Desa Yaba dan sekitarnya. Terus mungkin di Obi juga ada Satu Dua Desa dan di daerah Gane, mungkin di Kepulauan Jouronga, Desa Liboba Hidjrah. Nanti kalau semua sudah lengkap, baru saya ekspos agar dapat diketahui seluruh masyarakat Halmahera Selatan,” jelasnya Aswin.

Ditambahkannya, akan menjadi Skala prioritas itu di Desa Orimakurunga, Kampung halaman Mendiang Usman Sidik, mantan Bupati Halsel. Sebab, berdasarkan laporan warga dan Pemerintah Desa (Pemdes), cukup parah ketika dihantam gelombang akibat cuaca buruk. Itu sesuai arahan Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba. Karena Desa Orimakurunga sangat parah ketika di hantam gelombang besar.

“Berdasarkan data foto video visual yang diunggah maupun dikirim langsung oleh Pemerintah Desa Orimakurunga, langsung ditindaklanjuti oleh Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba. Karena Desa Orimakurunga sangat parah berdasarkan data yang dikirim di saya maupun di pak Bupati Halsel. Semalam memang parah, nanti diusahakan biar Tahun 2025 bisa langsung dibangun di Orimakurunga. Itu dimasa Bupati mendiang Almarhum Usman Sidik itu sempat di bangun Blok Water. Namun belum selesai akan dituntaskan oleh Pemerintah Bassam Kasuba dan Tim BPBD Halsel bersama Kades Orimakurunga, Rusdi Sidik langsung menuju di Desa Orimakurunga untuk melihat secara langsung situasi pasca cuaca buruk mengakibatkan rumah warga tergenang air laut tersebut,” tutupnya. (Red)

HALSEL – Cuaca Buruk yang melanda sejumlah Daerah di Indonesia termasuk di Provinsi Maluku Utara (Malut), khusunya di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibawah pimpinan Kepala BPBD Halsel Hi. Aswin Adam, bergerak cepat menindak lanjuti arahan Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba untuk melihat sejumlah kondisi Desa yang terdampak banjir dan gelombang yang menerjang rumah warga yang ada di pesisir pantai di sejumlah Desa di Halsel.

Hal ini disampaikan Kepala BPBD Halsel Hi Aswin Adam kepada malutline.com, Senin (16/12/2024). Aswin mengatakan, ada sejumlah Desa sangat berdampak banjir dan gelombang yang menerjang rumah warga yang ada di pesisir pantai berdasarkan data yang masih bersifat laporan sementara belum ada data yang kongkrit dan rencana hari ini pihaknya menurunkan Tim untuk turun di Desa yang terdampak banjir dan gelombang besar yang menerjang rumah warga tersebut sesuai arahan Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba.

Kepala BPBD Halsel, Aswin Adam.

“Pihak BPBD Halsel baru bisa mengeluarkan data kalau data sudah lengkap baru saya publikasi. Rencana Tim mungkin turun di sejumlah Desa terdampak yakni Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan, Desa Talimau dan sekitarnya. Bagi Desa yang berdampak ada juga di Desa Jojame, Yaba dan sekitarnya terus mungkin di Obi juga ada Satu Dua Desa dan di daerah Gane mungkin di kepulauan Jouronga, Desa Liboba, Hidjrah. nanti kalau semua sudah lengkap baru saya ekspos agar dapat diketahui seluruh masyarakat Halmahera Selatan,” kata Aswin.

Ditambahkannya, akan menjadi Skala prioritas itu, di Desa Orimakurunga, kampung Halaman mendiang Usman Sidik, mantan Bupati Halsel. Karena berdasarkan laporan warga dan Pemerintah Desa (Pemdes), cukup parah ketika dihantam gelombang akibat cuaca buruk. Sehingga itu, ini sesuai arahan Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba.

Kondisi Desa Orimakurunga.

Dimana, berdasarkan data foto video visual yang diunggah maupun dikirim langsung oleh Pemerintah Desa Orimakurunga Rusdi Sidik, langsung ditindaklanjuti oleh Pemda Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba.

“Karena Desa Orimakurunga sangat parah berdasarkan data yang dikirim di saya maupun di pak Bupati Halsel Bassam Kasuba. Semalam memang parah, nanti diusahakan biar Tahun 2025 bisa langsung dibangun di Orimakurunga itu di masa Bupati mendiang Usman Sidik itu sempat di bangun blok water. Namun belum selesai, jadi nanti akan dituntaskan oleh Pemerintah Bassam Kasuba,” cetusnya. (Red)

Muat Lagi Berita