LABUHA – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), merupakan Daerah kesultanan atau Daerah para raja yang diketahui memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 dan 10 tentang prostitusi dan Minuman Keras (miras) yang diberlakukan sejak Tahun 2004. Namun sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Halsel, masih melanggar aturan Daerah tersebut.

Selain menyediakan barang haram berupa Miras di sejumlah THM di sekitar ibu kota Halsel, juga menyediakan atau menyiapkan pemandu lagu (ladies).

Hal ini terbukti saat aparat Kepolisian Resort (Polres) Halsel melakukan razia beberapa waktu lalu. Dalam razia tersebut, petugas menemukan beberapa Cafe menyediakan miras dan pemandu lagu. Padahal wilayah ibu kota Halsel sangat identik dengan wilayah Kesultanan yang menjunjung tinggi adat istiadat dan agama.

Bahkan sebelumnya, mantan Kepala Dinas PTMSP, Farid saat masih menjabat, mengaku pihaknya telah memanggil sejumlah pemilik tempat karaoke untuk menindaklanjuti temuan Polisi saat menggelar razia.

Dia membeberkan, ada 3 Cafe yang dipanggil untuk dimintai keterangan atas pelanggaran yang dilakukan. Pemilik Cafe yang dipanggil antara lain, Cafe Bungalow, Incana Cafe serta Cafe Hoks.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiganya memiliki izin usaha karaoke. Namun belum mengantongi sertifikasi standar usaha sebagai kewajiban yang harus dipenuhi pelaku usaha THM.

“Sertifikasi standar usaha yang dimaksud adalah untuk usaha karaoke dapat merujuk pada Kemenparekraf Nomor 16 Tahun 2014. Dimana, tempat karaoke harus memiliki sertifikat usaha karaoke,” ungkap Farid saat itu.

Dia menjelaskan, untuk memperoleh sertifikat usaha karaoke, maka pelaku usaha harus memenuhi standar yang ditetapkan pada Kemenparekraf Nomor 16 Tahun 2014. Diantaran a : Pelaku usaha wajib memeriksakan kesehatan para pekerjanya (pemandu lagu) sebagai pemenuhan K3L serta pemandu lagu harus menggunakan seragam dengan tanda pengenal, bahkan ruangan karaoke harus kedap suara dan lain sebagainya.

Farid menambahkan, pihaknya juga telah menyepakati bersama bahwa usaha karaoke boleh dijalankan sambil memenuhi standar usaha sepanjang, tidak mempekerjakan pemandu lagu yang belum dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Selain itu, pemandu lagu yang telah memiliki keterangan kesehatan boleh bekerja tetapi diwajibkan menggunakan seragam dan tanda pengenal,” urai Farid.

Dia menegaskan, jika 2 poin ini tidak dilaksanakan oleh pemilik THM. Maka, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai peraturan menteri BKPM nomor 5 tentang pedoman dan tatacara pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko.

“Bisa sampai dengan pencabutan izin usahanya,” tegasnya.

Farid bilang, pihaknya memberi dispensasi waktu hingga 30 November 2022, untuk para pelaku usaha melengkapi persyaratan yang ditetapkan.

“Jika sampai batas waktu tersebut tidak terpenuhi maka kami akan melakukan pencabutan izin,” tegas Farid.

Sementara itu, Ronal, salah seorang pengusaha karoke di Bacan mengaku, pihaknya sudah menyepakati perjanjian bersama PTMSP. Hanya saja, ada beberapa poin yang belum bisa dipenuhi karena bertentangan dengan aturan pemandu lagu.

“Kalau soal seragam, kami kerepotan karena kami membuka freelance sehingga kerepotan dalam penyediaan seragam,” aku Ronal.

Dia menyebut, untuk persyaratan pemeriksaan kesehatan, pihaknya rutin melakukan secara berkala.

“Kalau kesehatan kami selalu memeriksakan pemandu lagu kami sebulan sekali,” akunya.

Meski demikian, ketika diminta untuk menunjukan bukti K3L, Ronal tak dapat menunjukan.

Sedangkan Tong Shan, pemilik Cafe Bungalow, enggan memberi tanggapan atas persyaratan yang diminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel melalui Dinas PTMSP.

Dan hingga sekarang, 2 Cafe tersebut masih diketahui menjual barang haram berupa Miras, jenis Cap Tikus dan Bir serta minuman haram lainnya.

Meski begitu, Pejabat Sementara (PJs) Bupati Halsel, Kadri La Etje diduga melakukan proses pembiaran terhadap dia pemilik Cafe di Halsel. Bahkan Cafe tersebut dibuka pada siang maupun malam hari. Padahal menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), waktu yang diberikan oleh pihak keamanan hanya mulai pada pukul 20.00 WIT malam hingga pukul 00.00 WIT.
Namun diketahui, pemilik Cafe Hoks, Onal dan Cafe Bungalow, Tongsan diketahui dibuka sejak malam pukul 20.00 WIT hinga pagi hari.

Bahkan Cafe Hoks milik Onal siang pun dibuka untuk para oknum PNS dan oknum para Kepala Desa (Kades). (Red)

HALSEL – Calon Bupati (Cabup) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), nomor urut 4 Jasri Usman, Sabtu (2/11/2024), menyempatkan diri membesuk sekaligus silaturahim dengan para pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Obi Desa Lawui.

Jasri Usman dan rombongan tiba di RS Obi sekitar pukul 12:00 Wit, langsung menuju ruang perawatan. Ia berdialog dengan para pasien di RS tersebut.

M. S Nijar, anggota DPRD terpilih dari PKB kepada wartawan mengatakan, kegiatan besuk pasien yang dilakukan Jasri Usman hanya menyambung silaturahmi sekaligus doa agar diberi kesembuhan.

“Pak Jasri tadi hanya bersilaturahim dengan pasien, saling mendoakan agar diberi kesembuhan. Pasien yang ditemui tadi ada warga dari Dusun Tabuji Desa Baru dan Desa Laiwui,” kata Ama sapaan akrab M. S Nijar, Sabtu (2/11).

Sebagai Calon Bupati, lanjut Ama, tentunya juga melihat kondisi fisik dan keadaan di RS Obi.

“Sebagai Cabup, tentu pak Jasri juga melihat kondisi fisik bangunan dan fasilitas yang sudah dimiliki RS Obi agar kedepan dapat mengambil langkah atau kebijakan untuk RS yang lebih baik lagi jika nanti terpilih sebagai bupati Halsel,” tutupnya.

Dalam kunjungannya, Jasri Usman didampingi 2 anggota DPRD Halsel terpilih Dapil Obi, yakni dari anggota DPRD dari PKB, M. S Najar dan anggota DPRD Halsel, Nicholas Kurama. (Sam)

HALSEL – Pasangan Calon nomor urut 4, Jasri Usman dan Muhlis Djafaar berhasil tampil memukau publik dan sangat mengesankan dalam debat perdana Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) 2024 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Rabu (30/10/2024) malam.

Paslon dengan tagline JUARA bukan hanya tampil mengesankan dalam penguasaan materi debat, namun juga retorika.

“Keduanya baik pak Jasri dan dan Pak Muhlis menjawab persoalan infrastruktur pembangunan jalan dan jembatan, kebudayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat Halsel. Mereka mampu mengurai satu demi satu jawaban yang diajukan para panelis dan bakal calon bupati,” tutur Junaidi Abusama, anggota DPRD Halsel fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Junaidi menitik beratkan pentingnya melakukan langkah-langkah konkret untuk menanamkan pentingnya nilai-nilai kebudayaan ke masyarakat.

Ia menilai sosok calon wakil Bupati Muhlis Djafaar sangat paham kondisi Halmahera Selatan,“pengalaman saat menjadi anggota DPRD Halsel selama 20 tahun, tentu menjadi modal pasangan Jasri – Muhlis kedepan untuk menata Halsel. Masyarakat kita masih butuh sentuhan dan perhatian pemerintah dalam pembangunan yang adil dan merata,” ujarnya.

Menariknya, kata Junaidi, Jasri – Muhlis tampil memukau publik saat penyampaian dan pendalaman visi misi.

“Saat pendalaman visi misi maupun menjawab pertanyaan, pak Jasri dan pak Muhlis tidak terpaku dengan catatan seperti yang terjadi di kandidat lain. Saya kira ini menjadi kredit poin khusus buat Jasri – Muhlis, karena sangat paham dan menguasai visi misi serta program yang mereka kerjakan kedepan apabilah amanah masyarakat Halsel diberikan ke Paslon nomor urut 4,” akunya.

“Cara pak Muhlis menyampaikan gagasannya juga sangat baik. Belum lagi retorika keduanya juga sangat kuat, lugas dan sederhana dalam menjabarkan,” sambungnya.

Dengan menyaksikan performa pasangan Jasri – Muhlis dalam debat pertama ini, Junaidi menilai sangat wajar jika survei dan poling saat ini menempatkan keduanya di posisi puncak.

“Wajar dalam survei yang kami terima di beberapa sumber terpercaya, pasangan Jasri – Muhlis saat ini menjadi pemuncak,” tandasnya. (Sam)

HALSEL – Warga Desa Bajo Laluin mengaku terharu dengan kampanye Paslon Nomor Urut 4 Jasri Usman dan Muhlis Djafaar.

Pasalnya, kampanye Jasri Muhlis lebih fokus memaparkan program ketimbang menyebar fitnah dan menjatuhkan lawan Politik.

“Jujur saya terkesima dengan kampanye Jasri-Muhlis, ini sebagai langkah untuk menentukan sikap menjatuhkan pilihan politik,” ungkap ajun saat di temui cru media center Jasri-Muhlis di lokasi kampanye terbuka terbatas, Selasa (22/10/2024).

Menurutnya, bobotan materi kampanye Jasri-Muhlis sangat luar biasa, mendidik dan membuka pikiran masyarakat untuk menentukan menjatuhkan pilihan kedepan. Karena tidak menyerang kandidat lain tetapi lebih terfokus pada penyampaian visi dan misi.

Bagi Ajun, sosok seperti ini menandakan pemimpin yang patut diperjuangkan oleh  Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan.

Arjun pun mengisahkan, pernah membuka komunikasi politik melalui handphone dengan calon Bupati nomor urut 1 Bahrain Kasuba, guna membicarakan kemenangan di Desa Laluin, sekaligus membentuk tim pemenang namun berjalannya waktu tak ada kejelasan.

“Dulu di tahun 2015 saya koordinator tim pemenang nomor urut 4 di Kecamatan Kayoa Selatan dan itu berhasil. Di Laluin sendiri bisa raih suara hampir 1000 dari 1.700 jiwa pilih, dan tahun ini nomor 4 harus menang di Desa Laluin diatas angka 85 Persen,” tukas Ajun.

Sementara Ikbal M Nur, Tokoh agama Desa Bajo Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan mengapresiasi kampanye terbuka terbatas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan nomor urut 4, Jasri Usman dan Muhlis Djafaar (Jasri-Muhlis).

Menurut Ikbal, kampanye Jasri-Muhlis patut dijadikan contoh oleh paslon lain, karena nomor urut 4 lebih fokus memaparkan program dan visi-misi lima tahun kedepan.

Bahkan kata Ikbal, pasangan Nomor urut 4 menjadi contoh kampanye terbaik, karena tidak menyebarkan fitnah dan mengadu domba masyarakat.

“Nomor urut 4 juga telah berhasil menjadi contoh kampanye terbaik pada Pilkada Halmahera Selatan.setelah cermati materi kampanye ternyata sangat Unggul,” ungkap Ikbal saat ditemui di lokasi kampanye.

Jasri-Muhlis sambung Ikbal, juga rendah hati dan tidak menunjukan kesombongan saat berkampanye, pemimpin seperti ini tentunya layak memimpin Halmahera Selatan.

Olehnya itu, selaku tokoh agama desa bajo laluin berharap kepada pasangan calon lain agar meniru kampanye Jasri-Muhlis, karena berkesan di hati masyarakat.

Ikbal juga selaku imam Desa Bajo ini menyampaikan terimakasih dan turut mendoakan kepada pasangan Jasri- Muhlis agar mendapat ijabah dari Allah SWT untuk memimpin Halmahera Selatan.

“Saya mendoakan pasangan Jasri-Muhlis mendapat Ijabah dari Allah SWT untuk memimpin Halmahera Selatan sehingga melaksanakan tugas tanggungjawab dengan baik dari apa yang diprogramkan kedepan,” tukasnya. (Sam)

SOFIFI – Warga Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), mengapresiasi Pelayanan yang dilakukan para Dokter dan perawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sofifi.

Pasalnya, para petugas, baik Dokter maupun Perawat terus membenahi pelayanan terhadap pasien. Meningkatkan pelayanan kepada ribuan pasien rawat jalan dan ratusan rawat inap yang butuh pelayanan medis.

Sesuai keterangan Direktur RSJ Sofifi dr.Yazzit Mahri M.Kes Sp.J belum lama ini, kepada sejumlah media mengatakan bahwa RSJ Sofifi, mulai buka pelayanan pada Agustus 2020 dengan fasilitas memadai mendapat antusias masyarakat akan pelayanan kesehatan jiwa sangat tinggi. Dimana, dapat dilihat dari peningkatan kunjungan yang sangat signifikan setiap Bulan.

Dia menyebut, pada 2021, RSJ menerima 4.000 kunjungan dan pada Tahun 2022 sejak Januari sampai pada November 2022, menerima sudah mencapai 7.000 pasien layanan jalan dan 500 lebih pasien rawat inap.

“Peningkatan yang terjadi hampir 2 kali lipat dari sebelumnya, karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa. Sehingga dibutuhkan peningkatan sarana dan prasarana guna pelayanan masyarakat yang lebih baik,” katanya.

Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel telah melakukan kerjasama melalui Dinas Sosial (Dinsos) dengan RSJ Sofifi dan sudah diberikan pelayanan puluhan orang pasien dan 2 diantaranya dalam kondisi pasung sebelum dibawa untuk di rawat di RSJ Sofifi.

Menurut Yazzit, RSJ Sofifi sudah upayakan untuk menjalin kerjasama dengan BPJS kesehatan. Namum sesuai peraturan, syarat utama harus memenuhi standar akreditasi. Sedangkan kondisi fisik bangunan dan sarana penunjang lainnya masih sangat jauh dari standar Akreditas.

Meski memiliki keterbatasan ruangan Inap dan fasilitas lainnya. Namun pelayanan yang ditunjukkan Perawat dan Dokter kepada pasien yang mendapat perawatan di RSJ Sofifi di anggap sangat baik. Sehingga diapresiasi oleh keluarga pasien asal Halsel Unu Hi Ak kepada malutlin.com, Kamis (24/10/2024).

Unu mengatakan, pihaknya sebagai keluarga pasien meras puas dengan pelayanan yang ditunjukan petugas kesehatan pada RSJ Sofifi sangat memuaskan. Baik pelayanan makan dan obat-obatan terhadap pasien.

“Sehingga keluarga kami bisa tertangani dengan baik,” ujarnya.

Sebagai keluarga pasien, dirinya berterimakasih kepada Pemkab Halsel  melalui Kepala Puskesmas (Kapus) Lalauin, Kecamatan Kayoa Selatan, Ikra, yang sudah memfasilitasi keluarga mereka. Sehingga bisa berobat di RSJ Sofifi dan mendapatkan pelayanan dan perawatan sangan baik. Sehingga keluarga mereka sudah dibolehkan pulang dan dilakukan rawat jalan. (Uban)

Muat Lagi Berita